Materi Minggu ke 3 Mapel KM.12 SMK YPLP Perwira PBG, TP 2012/2013

NIRMANA

Oleh Eka Setya Budi Nugroho, S.Pd

 

 

Pengantar Materi Nirmana

Nirmana adalah pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis.

 

Nirmana dapat juga diartikan sebagai hasil angan-angan dalam bentuk dwimatra, trimatra yang harus mempunyai nilai keindahan.

 

Nirmana disebut juga ilmu tatarupa.

Elemen –elemen seni rupa dapat dikelompokan menjadi 4 bagian berdasarkan bentuknya.

1. Titik, titik adalah suatu bentuk kecil yang tidak mempunyai dimensi. Raut titik yang paling

umum adalah bundaran sederhana, mampat, tak bersudut dan tanpa arah.

2. Garis, garis adalah suatu hasil goresan nyata dan batas limit suatu benda, ruang, rangkaian

masa dan warna.

3. Bidang, bidang adalah suatu bentuk pipih tanpa ketebalan, mempunyai dimensi pajang,

lebar dan luas; mempunyai kedudukan, arah dan dibatasi oleh garis.

4. Gempal, gempal adalah bentuk bidang yang mempunyai dimensi ketebalan dan kedalaman.

 

Penyusunan merupakan suatu proses pengaturan atau disebut juga komposisi dari bentukbentuk menjadi satu susunan yang baik. Ada beberapa aturan yang perlu digunakan untuk

menyusun bentuk-bentuk tersebut. Walaupun penerapan prinsip-prinsip penyusunan tidak

bersifat mutlak, namun karya seni yang tercipta harus layak disebut karya yang baik. Perlu

diketahui bahwa prinsip-prinsip ini bersifat subyektif terhadap penciptanya.

Dalam ilmu desain grafis, selain prinsip-prinsip diatas ada beberapa prinsip utama untuk

tujuan komunikasi dari sebuah karya desain.

1. Ruang Kosong (White Space)

Ruang kosong dimaksudkan agar karya tidak terlalu padat dalam penempatannya pada

sebuah bidang dan menjadikan sebuah obyek menjadi dominan.

 Kejelasan (Clarity)

Kejelasan atau clarity mempengaruhi penafsiran penonton akan sebuah karya. Bagaimana

sebuah karya tersebut dapat mudah dimengerti dan tidak menimbulkan ambigu/ makna

ganda.

 Kesederhanaan (Simplicity)

Kesederhanaan menuntut penciptaan karya yang tidak lebih dan tidak kurang. Kesederhanaan

seing juga diartikan tepat dan tidak berlebihan. Pencapaian kesederhanaan mendorong

penikmat untuk menatap lama dan tidak merasa jenuh.

 Emphasis (Point of Interest)

Emphasis atau disebut juga pusat perhatian, merupakan pengembangan dominasi yang

bertujuan untuk menonjolkan salah satu unsur sebagai pusat perhatian sehingga mencapai

nilai artistik.

 

Prinsip – prinsip dasar seni rupa

 Kesatuan (Unity)

Kesatuan merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang sangat penting. Tidak adanya

kesatuan dalam sebuah karya rupa akan membuat karya tersebut terlihat cerai-berai, kacaubalau yang mengakibatkan karya tersebut tidak nyaman dipandang. Prinsip ini sesungguhnya adalah prinsip hubungan. Jika salah satu atau beberapa unsur rupa mempunyai hubungan

(warna, raut, arah, dll), maka kesatuan telah tercapai.

 Keseimbangan (Balance)

Karya seni dan desain harus memiliki keseimbangan agar nyaman dipandang dan tidak

membuat gelisah. Seperti halnya jika kita melihat pohon atau bangunan yang akan roboh, kita

measa tidak nyaman dan cenderung gelisah. Keseimbangan adalah keadaan yang dialami oleh

suatu benda jika semua dayan yang bekerja saling meniadakan. Dalam bidang seni

keseimbangan ini tidak dapat diukur tapi dapat dirasakan, yaitu suatu keadaan dimana semua

bagian dalam sebuah karya tidak ada yang saling membebani.

 Proporsi (Proportion)

Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh

keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan –perbandingan yang tepat. Pada

dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung

(The Golden Mean) adalah proporsi yang paling populer dan dipakai hingga saat ini dalam

karya seni rupa hingga karya arsitektur. Proporsi ini menggunakan deret bilangan Fibonacci

yang mempunyai perbandingan 1:1,618, sering juga dipakai 8 : 13. Konon proporsi ini adalah

perbandingan yang ditemukan di benda-benda alam termasuk struktur ukuran tubuh manusia

sehingga dianggap proporsi yang diturunkan oleh Tuhan sendiri. Dalam bidang desain

proporsi ini dapat kita lihat dalam perbandingan ukuran kertas dan layout halaman.

 

Irama (Rhythm)

Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus menerus. Dalam bentuk –bentuk alam

bisa kita ambil contoh pengulangan gerak pada ombak laut, barisan semut, gerak dedaunan,

dan lain-lain. Prinsip irama sesungguhnya adalah hubungan pengulangan dari bentuk –bentuk

unsur rupa.

 Dominasi (Domination)

Dominasi merupakan salah satu prinsip dasar tatarupa yang harus ada dalam karya seni dan

deisan. Dominasi berasal dari kata Dominance yang berarti keunggulan . Sifat unggul dan

istimewa ini akan menjadikan suatu unsure sebagai penarik dan pusat perhatian. Dalam dunia

desain, dominasi sering juga disebut Center of Interest, Focal Point dan Eye Catcher.

Dominasi mempunyai bebrapa tujuan yaitu utnuk menarik perhatian, menghilangkan

kebosanan dan untuk memecah keberaturan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s